belajar berenang

aku ingin belajar berenang supaya bisa berenang di labuan cermin. menyelam meluncur meliuk menciptakan pusaran air seperti putri duyung. lalu muncul ke permukaan dengan rambut yang rapi seperti baru saja disisir ke belakang, sinar matahari jatuh mencium wajahku membuatnya mengkilap dan aku tersenyum lebar menunjukkan gigi gigiku yang seperti mutiara. tiba tiba aku ingin tertawa dan memang aku tertawa tergelak gelak. memantul mantul di riak riak danau, menjalar ke dahan dahan pohon yang daun daunnya berayun, kemudian melenting, hinggap di cuping telingaku. aku pun kembali diam. berpandang pandangan dengan seorang perempuan yang giginya tanggal dua, wajahnya bolong bolong, rambutnya rontok setiap kali disisir. ia menyentuh cermin itu dengan ujung jari jarinya, menundukkan kepala dan menyadari ekor putri duyung tidak pernah ada. ia membenamkan diri dengan gerakan yang berat dan lambat. aku tak berhenti melambaikan tangan sampai buaya itu sepenuhnya hilang ditelan air. ujung ekornya yang berundak undak seakan akan membalas lambaianku. buaya biasanya memeluk lalu menggulung mangsanya. mungkin ada baiknya aku belum belajar berenang. mari pulang saja ke biduk biduk.

terinspirasi oleh perjalanan Astry Herning Tias

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s