Selamat Hari Puisi Sedunia 2017!

“Puisi memiliki beragam arti bagi saya. Pertama-tama, ia merupakan saluran bagi saya untuk mengekspresikan sehingga kemudian bisa mencoba mengerti apa yang saya rasakan tentang diri saya sendiri maupun problem yang terjadi pada dan di sekitar saya. Selain itu, ia juga merupakan salah satu karya seni dengan sejarah dan tradisi panjang sehingga lewat puisi kita bisa mempelajari ragam pemikiran, sikap, tindakan, pergulatan, kegagalan, kemenangan yang sudah mewarnai kehidupan manusia sebagai pribadi sekaligus bagian dari makhluk yang tinggal di bumi. Oleh karena itu, saya berharap siapa saja yang ingin menulis puisi mengingat siapa saja yang sudah menulis sebelum dirinya dan gagasan apa yang sudah mereka perjuangkan. Pada akhirnya, saya berharap puisi dapat diakses dan dinikmati oleh siapa saja serta menjadi bagian yang berarti bagi hidup kita semua. Selamat #HariPuisiSedunia!”

that’s me being oh so serious on this #worldpoetryday. check out what Danar Pramesti Mikael Johani Tere Suganda Harlan Boer Maria Ferrari have got to say in this article.

now, what does poetry mean to you?

belajar berenang

aku ingin belajar berenang supaya bisa berenang di labuan cermin. menyelam meluncur meliuk menciptakan pusaran air seperti putri duyung. lalu muncul ke permukaan dengan rambut yang rapi seperti baru saja disisir ke belakang, sinar matahari jatuh mencium wajahku membuatnya mengkilap dan aku tersenyum lebar menunjukkan gigi gigiku yang seperti mutiara. tiba tiba aku ingin tertawa dan memang aku tertawa tergelak gelak. memantul mantul di riak riak danau, menjalar ke dahan dahan pohon yang daun daunnya berayun, kemudian melenting, hinggap di cuping telingaku. aku pun kembali diam. berpandang pandangan dengan seorang perempuan yang giginya tanggal dua, wajahnya bolong bolong, rambutnya rontok setiap kali disisir. ia menyentuh cermin itu dengan ujung jari jarinya, menundukkan kepala dan menyadari ekor putri duyung tidak pernah ada. ia membenamkan diri dengan gerakan yang berat dan lambat. aku tak berhenti melambaikan tangan sampai buaya itu sepenuhnya hilang ditelan air. ujung ekornya yang berundak undak seakan akan membalas lambaianku. buaya biasanya memeluk lalu menggulung mangsanya. mungkin ada baiknya aku belum belajar berenang. mari pulang saja ke biduk biduk.

terinspirasi oleh perjalanan Astry Herning Tias