#eksperimenmembaca

Komunitas BungaMatahari

  1. akhir-akhir ini, sepertinya semakin banyak orang yang lebih suka diberitahu mana buku yang harus disukai. apalagi sekarang makin banyak produk, termasuk buku, yang dipromosikan lewat #twitberbayar untuk menciptakan efek “word of mouth”. informasi tentang buku terbaru semakin mudah dan cepat tersedia.
    memang tidak ada yang salah dengan mencari rekomendasi atau membaca review sebelum membeli, tetapi apakah itu satu-satunya cara menemukan atau menentukan karya yang menarik untuk dibaca, terutama ketika hanya sebagian orang bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang berbayar?

    di masa di mana jumlah followers merupakan aset dan selera dapat diatur oleh buzz, apakah kita harus kehilangan keasyikan memilih sendiri apa yang ingin kita baca?

     
    pada suatu hari, saya iseng bertanya: 
  2. Share
    “
    eksperimen menulis kayaknya sering dibikin. eksperimen membaca udah ada yang pernah coba?
  3. saya pikir petualangan membaca dimulai sejak kita mencoba memilih apa yang ingin kita baca…

View original post 1,364 more words

saya suka tulisan yang

saya suka tulisan yang membuat saya mengingat pengalaman saya sendiri. pengalaman yang mungkin ingin saya lupakan tapi malah muncul gara-gara membacanya. pengalaman yang membuat saya tersenyum malu tapi saya malah jadi senang karena ternyata ada orang lain yang pernah merasakan hal yang sama. pengalaman yang membuat saya sedih tapi kemudian saya merasa ada yang sedang menepuk punggung saya dan mengatakan it’s okay. lalu semua orang nyanyi-nyanyi di pinggir jalan.

saya suka tulisan yang membuat saya membayangkan pengalaman orang lain. seperti dibawa ke dunia yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. penuh petualangan, kegembiraan juga patah hati. semua serba baru dan asing. saya jadi berpikir apa yang akan saya lakukan kalau itu semua terjadi pada saya. saya jadi berpikir mungkin ada yang kurang atau bahkan ada yang salah dengan cara saya hidup selama ini. saya jadi berpikir saya mau jadi orang yang seperti itu, seperti ini, seperti dia, seperti kamu. atau saya bisa juga lega karena selama ini hidup saya biasa-biasa saja.

saya suka tulisan yang pertama dibaca membuat saya tercengang. kedua kali dibaca membuat saya kesal. dan ketiga kali dibaca malah jadi menyesal. tapi setelah dipikir-pikir, ya mungkin memang itu poin tulisannya. seperti msg rush waktu makan indomie. setelah habis mulut jadi kering. siapa suruh makan indomie. tapi besoknya mau indomie lagi. sambil baca tulisan itu lagi. ah sial, jenius juga penulis itu.

saya suka tulisan yang tahu dia mau jadi tulisan seperti apa. yang nggak malu jadi tulisan seperti itu. yang nggak mencoba jadi tulisan lain. yang mengolah tulisan lain menjadi tulisan baru. yang rendah hati dan kepingin membuat orang senang. yang sombong tapi memang berhak jadi sombong. yang kasar tapi memang membuka banyak mata.

setelah membaca tulisan-tulisan seperti itu, kadang saya jadi ingin menulis. tapi kadang saya justru merasa tak perlu lagi menulis karena semuanya telah dikatakan dengan baik. kadang saya iri pada si penulis. kadang saya ingin tahu lebih banyak tentang si penulisnya, ingin bertemu dan berbincang-bincang. kadang saya merasa lebih baik tidak pernah tahu penulisnya supaya tidak kecewa. kadang saya tidak ingin apa-apa.

saya mau baca lagi.