saya suka tulisan yang

saya suka tulisan yang membuat saya mengingat pengalaman saya sendiri. pengalaman yang mungkin ingin saya lupakan tapi malah muncul gara-gara membacanya. pengalaman yang membuat saya tersenyum malu tapi saya malah jadi senang karena ternyata ada orang lain yang pernah merasakan hal yang sama. pengalaman yang membuat saya sedih tapi kemudian saya merasa ada yang sedang menepuk punggung saya dan mengatakan it’s okay. lalu semua orang nyanyi-nyanyi di pinggir jalan.

saya suka tulisan yang membuat saya membayangkan pengalaman orang lain. seperti dibawa ke dunia yang tidak pernah saya kenal sebelumnya. penuh petualangan, kegembiraan juga patah hati. semua serba baru dan asing. saya jadi berpikir apa yang akan saya lakukan kalau itu semua terjadi pada saya. saya jadi berpikir mungkin ada yang kurang atau bahkan ada yang salah dengan cara saya hidup selama ini. saya jadi berpikir saya mau jadi orang yang seperti itu, seperti ini, seperti dia, seperti kamu. atau saya bisa juga lega karena selama ini hidup saya biasa-biasa saja.

saya suka tulisan yang pertama dibaca membuat saya tercengang. kedua kali dibaca membuat saya kesal. dan ketiga kali dibaca malah jadi menyesal. tapi setelah dipikir-pikir, ya mungkin memang itu poin tulisannya. seperti msg rush waktu makan indomie. setelah habis mulut jadi kering. siapa suruh makan indomie. tapi besoknya mau indomie lagi. sambil baca tulisan itu lagi. ah sial, jenius juga penulis itu.

saya suka tulisan yang tahu dia mau jadi tulisan seperti apa. yang nggak malu jadi tulisan seperti itu. yang nggak mencoba jadi tulisan lain. yang mengolah tulisan lain menjadi tulisan baru. yang rendah hati dan kepingin membuat orang senang. yang sombong tapi memang berhak jadi sombong. yang kasar tapi memang membuka banyak mata.

setelah membaca tulisan-tulisan seperti itu, kadang saya jadi ingin menulis. tapi kadang saya justru merasa tak perlu lagi menulis karena semuanya telah dikatakan dengan baik. kadang saya iri pada si penulis. kadang saya ingin tahu lebih banyak tentang si penulisnya, ingin bertemu dan berbincang-bincang. kadang saya merasa lebih baik tidak pernah tahu penulisnya supaya tidak kecewa. kadang saya tidak ingin apa-apa.

saya mau baca lagi.

a short story

afterlife in a glass of orange juice
a pierce at the centre of my chest

i thought the sounds of the world are not that amazing
and i grew tired of my own reflection on my mobile phone screen

i was an itch that would never go away
the ghost in your grandmother’s picture

and all the while you stay still
soaked in your bathtub

rubadubdub

i like stories
ending with somebody drowning

and smelling good

“ruangan ini ditutup & disegel”

we used to look outside
commenting on the many lives passing by our window at the corner
thinking we should at least have a bit of fun while we waste ours

though only secretly

and in our big little heads we wanted to believe
take pride even
in having total control of the process
we thought this wouldn’t have happened if we hadn’t let it

and so we told stories
none of them ours
held on to the neverending,
hopefully like the night,
glasses of cheers
laughed sinister laughs
pleasant to our heartless ears

while inside
we had the suspicion this could actually be

love,

prayed hard for it,
then washed it down with
jokes
they brought tears to our hopeless eyes

then one night we held hands under the table

another we tried to look more drunk than we really were
(after you kissed me in the rest room)

and now we are looking in
at the dusts sitting in our chairs

(what would we say about us?)

and we walk
home