kubuka kulkas
kuraih sebotol cinta
ketika kubuka
kudapati ia kadaluwarsa
padahal sudah sedari tadi
ingin kutenggak, oh, cinta
—4februari2006
my writings and other illusions
kubuka kulkas
kuraih sebotol cinta
ketika kubuka
kudapati ia kadaluwarsa
padahal sudah sedari tadi
ingin kutenggak, oh, cinta
—4februari2006
biarkan aku memerahmu
dari hatiku yang merah
kan kutangkap
kau
menetes ke dalam mulutku kau
kuteguk habis kucecap kau
manis
jatuhmu
adalah dosaku
semerah
apelranum
adam dan hawa
usirlah aku
keluar firdaus
aku
tak
akan
peduli
kau pernah milikku
walau sejenak
—diterjemahkan 1april2006
hujan turun begitu
sembrono:
sore ini, hampir setengah
enam
tumpah begitu saja
seperti air dari gelas
yang tersikut lengan
mengguyur catatan harian
tentang senja yang tak
kunjung terbenam
sore ini, hampir setengah
enam
hujan turun begitu sembrono:
kuyup aku, cari horison di
penghujung angan
melintas di tepi rel
buang dewa dewa kecil dari
dalam tas
satu satu
menimpa kerikil
lepas kesempurnaan
lalu angin
hembuskan
gemuruh kereta
ya,
dewa dewa cacat
sebentar lagi binasa
dan aku menjelma tuhan
lagumu
menghalangiku
menikmati
lekuk
bibirmu
berhenti, sayang
biarkan
aku
saja
yang
bernyanyi
lepaskan
kupu-kupu
ke
dalam
kerongkonganmu