nada nadamu adalah cakaran
darah
keringat
air mata
tetes demi tetes
menunggu
,
menggantung
di tepian luka
ada yang berkemas
meninggalkan ruang kosong
mencari ujung pelangi
katanya
tetapi hari tak kunjung
hujan dan ia telanjur berangkat
dulu aku bahagia tetapi kau lalu datang
terlalu dini aku bernafas lega katamu
sekarang, kau kembali lagi membawa dendam yang
tertunda
kata katamu adalah goresan
darah
keringat
air mata
tetes demi tetes
menunggu
,
menggantung
di tepian dada
—draft ketiga dan terakhir, 13juli2005
