i am looking for signs,
logics, i believe i’d lost
somewhere amidst those
terrible dreams.
nothing makes sense anymore
and i feel like i don’t need to understand
any
more
than
how you’d left me and
waken.
21jan2008
my writings and other illusions
is it in the silently moving lips of your dearest ones, or in the deafening laughter of strangers? when they are running away from you as you are leaving them?
i am looking for signs,
logics, i believe i’d lost
somewhere amidst those
terrible dreams.
nothing makes sense anymore
and i feel like i don’t need to understand
any
more
than
how you’d left me and
waken.
21jan2008
dreams of a writer
don’t you wish you could have them
write page after page
about your blank
ly staring
at
your
page
empty like your soul
bare
like
your whole universe
is concentrated
onto this
bit of
space
endless
like skies entirely covered with clouds
and you can only wonder
about the neverending
under a corn field
you grew in a
forgotten dream
where you ran
round and round
the sun
mysterious
but to you
ada yang
rapi terbungkus
di dalam kardus
bertuliskan namaku
berdiri seperti tugu miniatur
berpendar oleh rahasia
yang sayangnya
sudah kuketahui
tetapi aku tetap ingin
membukanya seolah ini hari natal
dan ia hadiah di bawah pohon
dari seseorang yang baru kukenal
sehingga ketika selotipnya kutarik,
selapis demi selapis,
ada perasaan,
yang sering disalahartikan
sebagai kesenangan,
bukan malah
mengulang mundur gerakan yang kulakukan
beberapa minggu dan beberapa ribu mil yang lalu
1
rokok telah menjadi puntung. ujungnya meninggalkan kerlip. seperti lampu yang tertangkap bola matamu. sementara vokalis band yang setengah mabuk tak jera berharap bisa mengulang keberhasilan bob marley. padahal penonton tak terlalu peduli selama gelas mereka tetap penuh.
2
untungnya kamar kecil masih sepi. belum anyir dengan bau muntah. sehingga masih ada cukup ruang untuk sepotong cerita. tentang lelaki yang kemarin menciummu. tanpa alasan.
3
cermin selalu mengulang kebenaran yang menyakitkan. tak heran tempat seperti ini selalu temaram. yah, setidaknya untuk sementara kenyataan sesuai harapan. keragu-raguan boleh pulang lebih dulu. sikat gigi dan cuci kaki. seperti anak yang dengar-dengaran.
4
bisikmu masih meninggalkan gaduh, sayang.
5
dan malam terus menawarkan pilihan. yang satu pasti lebih menyenangkan dari yang lain. tubuh-tubuh harum dan mulut-mulut beraroma bir selalu haus petualangan baru. karena semua ini soal gairah. dan gairah juga soal pilihan.
6
andaikan ini serial anak-anak kegemaranmu. setiap akhir bisa dikunjungi tanpa sesal. keingintahuan begitu mudah terpenuhi. semudah membalikkan kertas. kalaupun harus mati, itu hanya untuk sementara. setelah itu beli lagi buku terbaru.
7
gelas-gelas masih menggantung di atas bar. band malam ini mungkin masih sibuk memilih kacamata hitam yang akan melindungi mereka dari wajah-wajah jenuh penonton. matamu pun masih rapat tertutup. bersiap untuk kilap dalam gelap. dan rokok belum menjadi puntung.
8
ke mana kita malam ini?
(ditulis & dikirim ke milis BungaMatahari pada) 21 juni 2007
Diletakkan juga di sini karena sepertinya sesuai dengan 2 puisi terakhir dan sebagai semacam ode kepada sebuah tempat yang belakangan ini sering saya kunjungi, terakhir Jumat malam yang lalu bersama MJ, OKS, WHR, juga kawan PNG, R dan M.
*Pilih Sendiri Petualanganmu adalah serangkaian buku anak-anak yang pertama diterbitkan oleh Bantam Books dari 1979 sampai 1998 dan sekarang diterbitkan oleh Chooseco. Seri ini diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Gramedia. Setiap cerita menggunakan sudut pandang orang kedua, dengan pembaca sebagai tokoh utama. Setelah halaman perkenalan, pembaca diberi pilihan bagaimana cerita tersebut akan berlanjut. Bergantung pada pilihan mana yang diambil pembaca, ia akan mengikuti alur cerita yang berbeda, dan dapat berakhir pada keberhasilan, kegagalan, atau akhir lainnya. (Keterangan ini diambil dari http://id.wikipedia.org/wiki/Pilih_Sendiri_Petualanganmu)