tak menjejak
tapi nyata
tanya curiga dan prasangka
mengabur jadi keyakinan
apa yang kau cari, kawan?
apa yang kau mau, kawan?
kata kata klise
berjejer di kepala
menjadi norma
di pelupuk mata,
rajin menemani
ketika kau bangun
atau tertidur
lalu kau pikir
dirimu telah begitu kesetanan
hingga mustahil terselamatkan
apa yang kau cari, kawan
apa yang kau mau, kawan
tak menjejak
tapi nyata
(tak tahukah kau –
aku sudah lama merdeka)
7lc, 17 agustus 2005
ditulis segera setelah membaca puisi karangan uga yang berjudul “kita”